Bagaimana Cara Kerja GPS (Global Positioning System)?

Bagaimana Cara Kerja GPS (Global Positioning System)?
Daftar Isi Artikel

Masdaffa.com, Bagaimana Cara Kerja GPS (Global Positioning System)? - Dahulu kala, sebelum teknologi berkembang pesat seperti sekarang. Para pelaut yang hendak berlayar hanya mengandalkan tanda-tanda alam untuk membantu mereka dalam melakukan navigasi, seperti posisi bintang dan bulan di langit atau peta yang harus dibikin secara manual.

Namun sekarang, sarana teknologi sudah dapat diandalkan, dan salah satu fitur favorit yang sering digunakan banyak orang untuk melakukan navigasi saat berkendara adalah GPS.

GPS yang bekerja selama 24 Jam tersebut awalnya hanya digunakan oleh Depertemen Keamanan Amerika Serikat untuk kegiatan militer. Sampai akhirnya, GPS tersedia untuk digunakan publik pada tahun sekitar 1980-an.

Berkat adanya fitur GPS atau Global Positioning System, check in di berbagai aplikasi jejaring sosial media menjadi semakin mudah. GPS juga membantu kamu dalam menunjukkan arah lokasi mana yang ingin kamu tuju di aplikasi peta.

Baca Juga: Cara Kerja VPN


Cara Kerja GPS

Dibalik fitur GPS yang praktis, terdapat teknologi canggih bernama Konstelasi Satelit. Satelit-satelit inilah yang membantu kamu dalam menentukan posisi perangkat di muka bumi.

Sistem GPS sendiri terbagi menjadi 3 bagian, yakni Satelit yang bertebaran di angkasa, Ground Station yang berfungsi sebagai pemancar di muka bumi, dan Receiver sebagai penerima sinyal satelit yang terdapat di perangkat pengguna.

Satelit bertugas untuk mengorbit bumi pada waktu-waktu tertentu (biasanya terjadi dalam 2 kali sehari), sementara Ground Station menggunakan radar untuk memastikan posisi satelit dan membantu satelit untuk menentukan perhitungan jarak dari permukaan bumi.

Sedangkan Receiver yang terdapat di perangkat berperan sebagai penerima sinyal satelit, Receiver juga menentukan jarak seberapa jauh mereka dari satelit. Umumnya Receiver membutuhkan paling sedikit 3 hingga 4 sinyal dari satelit untuk dapat menentukan lokasi keberadaannya.

Receiver akan melacak satelit sebanyak mungkin untuk dapat menentukan titik pertemuan dari 3 garis. Yaitu garis lintang, garis bujur, dan garis ketinggian tergantung kapan dan dimana penerima sinyal tersebut berada.

Jika kondisi langit di suatu tempat cerah dan terbebas dari halangan. Maka, hal itu dapat membuat GPS menangkap sinyal yang dikirimkan dari satelit menjadi lebih mudah. Semakin banyak jumlah satelit yang bisa diterima GPS, maka tingkat akurasi yang dialokasikan pun akan semakin meningkat.